Sabtu, 25 Desember 2010

SYAIR -SYAIR CINTA

أحـبـك حـبـاً لـو تـحبين مـثـلــــــــــــه أصـابـك من وجـــدي عـلـى جـنـونــي
Aku sungguh mencintaimu dengan cinta yang jika kau merasakan cinta ini niscaya kau akan gila karenanya

أحـبـك كالـبـدر الـذي فـاض نـــــوره على فـيـح جـنـات و خـضـر تـــــلال
aku mencintaimu laksana bulan yang cahayanya menerangi taman nan luas dan bukit nan hijau..

أحـبـك حـتـى كـأن الـهـــــــــــــــــــــوى تـجـمـع و ارتـاح في أضـلــــــعـي
aku mencintaimu.. seakan-akan rasa cinta berkumpul dan merasakan ketenangan di tulang rusukku,,,

فـلـو كـان لي قـلـبـان عـشـت بـواحــد و أبـقـيـت قـلـبـاً في هـواك يـعـذب
kalaulah ku memiliki dua hati.. aku kan hidup dengan satu hati.. dan aku sisakan satu hatinya tertawan dengan mencintaimu..

سـحرتـني حبـيـبتي بـسواد عيونـهـــا إنـمـا السـحـر في سـواد الـعـيـــــــــــون
cintaku kau menyihirku dengan hitam matamu.. sesungguhnya sihir itu ada pada hitamnya mata..

نقل فؤادك حيث شئت من الهــــــــــوى ما الــحـب إلا لـلـحـبـيــــــــــب الأول
palingkanlah hatimu kepada siapa saja yang kau cinta.. tidaklah cinta kecuali kembali kepada cinta yang pertama..

LOVE IS ....

janganlah kau berdusta atas nama cinta.. lalu kau lampiaskan cinta dengan syahwatmu.. jagalah hati dengan cinta Nya.. karena betapapun kita memalingkan hati, hanya kepada Nya lah kita kembali.. dan hanya Ia lah cinta Nya abadi..

kecantikan yang mempesonamu.. apalah artinya jika hanya menyesatkanmu.. jangan tertipu dengan bisik godaannya.. betapa banyak orang yang mengaku patah hati.. padahal cinta belum lah halal baginya.. lalu merenunglah ia dan menangisinya.. sudikah ia menangisi maksiatnya karena enggan menjauh darinya??

sesungguhnya cinta hakiki membawa kepada kebahagiaan abadi.. raihlah cinta yang berpahala.. cinta yang suci di atas perjanjian yang kuat.. Ia menggambarkannya sebagai “mitsaqon gholidzho”

“…Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.” (An-Nisa: 21)

-allahummaghfirlii maa qoddamtu wa maa akh-khortu-

Berkalung Surban Cinta

Ya Rabb, bila aku seperti burung puntun itu, tentu aku bebas terbang kian kemari sesuka hati. Bahkan, dengan kelembutan hati mampu menjinakkan ”kerbau-kerbau” hitam yang jalang sekalipun. Tapi, kini ”sayap-sayap”-ku ”patah” dalam luka lara dibadai Cinta Fatamorgana


Aku tak tahu, apakah aku selalu meninggalkan jejak-jejak kerikil yang tajam pada kehidupan dan kemanusiaan. Dan, apakah aku mampu menjadi mawar yang berduri di kampung negeri, yang indah warnanya, harum semerbak baunya keluar kampung. Ya, primadoa desa.

Kecantikan seorang gadis adalah citra dan cita alam dianugrahkan oleh ilahi, sedangkan kecantikan seorang nenek adalah lukisannya di atas kanvas kehidupan.

Aku pun bertanya, bukankah aku harus meninggalkan jejak-jejak telapak kaki yang melahirkan rumput yang bergoyang. Tapi, apa daya aku seorang wanita yang sulit menangkap makna dalam realitas antara realita antara cinta dan nestapa

Memang manusia tak meyesali seja yang pergi menjemput malam, karena setelah senja memang malam harus hadir walaupun tanpa rembulan
Aku pun tak meratapi malam yag pekat, karena lamanya malam akan berakhir dengan hadirnya sang fajar yang diiringi kokok ayam dan meluncurnya mentari di kala pagi bersemi.



Aku melewati jurang berkerikil tajam, walau hanya telapak kakiku yang luka lara. Namun, suatu saat nanti, tingginya ngarai cinta, apakah tidak akan menjatuhkan pada jurang yang dalam? Wallahu a’lam.
Lalu, mampukah aku menjadi bunga berduri di kampung negeri, atau malah aku dipermainkan oleh derasnya ombak dari danau kerinci hingga terhempas di ujung pasir? Atau, malah aku menjadi gelombang yang ”melawan”dengan membawa”energi ekstra” untuk menghalang badai dan gelombang dari Danau Kerinci yang luas itu?


Kepak ”sayap”-ku tak boleh patah, karena aku ingin seperti burung puntun di tepi Danau Kerinci itu; warnanya putih bersih, ia bebas kian kemari sesuka hati tanpa ada yang menghalangi, ia mampu berdiri kukuh di atas punggung kerbau hitam yang jalang, termasuk untuk memberikan secercah kesadaran yang abadi. Duh, .... ilahi, kuatkan iman ini dan kokohkan kakiku untuk mampu berdiri diatas ”khitah” kesejatian diri.


Batinku tidak membatu, tapi ia seperti”batu”yang kukuh dan tegar dihantam badai dan gelombang dari Danau Kerinci dalam jiwa sunyi.Ya, kegagalan, kegalauan, keputusaasaan, dan pesimistis tidak akan pernah”mengancam jiwa yang kukuh.


Likuan yang bertabur kamboja pun tidak boleh bermain dalam hati dan pikiranku. Karena, yang lalu adalah kenangan yang menjadi nostalgia dalam tawa bahagia maupun derita yang membahana. Saat ini adalah kenyataan yang harus dihadapi dengan komitmen sejati dalam hati. Dan, hari esok adalah harapan yang tiada pasti.


Masih besar harapanku terhadap cita-cita, tentu juga cinta. Karena bumi tidak bertiang, langit pun tak berjunjung. Harapan pun belum sirna. Aku harus bangkit, meletakkan ”daftar” kesalahanku berada di depan”kaca” untuk kuketahui kekuranganku selama ini, lalu bangkit untuk memperbaiki diri. Dan aku pun harus meletakkan daftar kebaikanku di punggungku, supaya aku lupa berapa banyak kebaikan yang telah kuperbuat. Mungkin disanalah substansi keikhlasan akan kudapatkan.


Apakah hatiku harus seperti masjid kampus yang tanpa penghuni atau seperti kamboja dalam likuan kesedihan dan luka hati ?


Ya Allah, siapakah laki-laki itu yang menyatakan nisan kemanusiaan?
Duh ... iLahi, sungguh sayang aku ntidak menjawab salam dari laki-laki yang berlalu dalam kesunyian hatiku. Aku hanya mendengarkan teriakannya yang menggetarkan batinku.

Ya Allah, suatu saat nanti pertemukanlah aku dengan laki-laki yang memahami ”misteri” dari bilik hatiku ini. Entah dimana musim apabila aku berjumpa dengannya; laki-laki yang berlari dalam sunyi
Aku yakin, kala hati terisi perasaan tiada tara yang disebut Cinta dan mersakan kedalaman, keindahan, dan kebahagiaan. Karenanya, aku menyadari bahwa dunia telah berubah.

Teruntuk Pahlawan Jiwaku Penjaga kalbuku di sepanjang waktu

Teruntuk Pahlawan Jiwaku
Penjaga kalbuku di sepanjang waktu


Assalamu’alaikum … Bidadara Surgaku

Salam kembali dari bidadari surgawi yang turun ke bumi,
Terjuntai untuk sang pemberi salam : Pahlawan Jiwaku
Belum ada wajah yang kulihat, yang terdengar hanya suaramu yang lembut
Belum ada pertemuan, yang terdengar hanya suara-suara merdumu
Yang terucap hanya kata-kata manismu, yang tertulis melalui surat-suratmu
Aku berdiri di sini untukmu, membantu mewujudkan idealismemu
Impian-impianmu, harapan-harapanmu, juga cita dan cintamu
Tak ada yang kulakukan selain berdoa untukmu, Bidadara Surgaku
Tiada suara berkata, ada kata tanpa sua
Yang ada hanya goresan pena, yang mampu mewakili kata jiwa
Meski peertemuan belum pernah ada, meski hanya suaramu yang kudengar
Meski hany goresan penamu yang terbaca
Bahwa aku menerimamu sebagaimana engkau adanya
Dan, aku menyayangimu apa adanya
Semoga suatu saat kita dipertemukan
Sekian dulu surat dariku. Semoga suratku ini mampu memberi kebahagiaan hari esokmu

Wassalamu’alaikum ... Bidadara Surgaku


Your Beautiful goddess
” ACN ”

MY BIRTHDAY-GO CROWN AMBASSADOR

Dalam suka mulut tertawa
Dalam duka mata berkaca
Dalam kaku pikir terpaku
 
Dalam waktu langkah satu-satu
Ada batu semangat tak mati kutu
Ada lubang jati diri tak hilang
Terseok-seok menyusur jalan berkelok-kelok
Jatuh bangun namun tetap tekun
Demi masa depan
Demi kesejahteraan
Demi kebahagiaan
Demi Tuhan, teruslah berjuang


Datang sudah hari ini,
Hari dimana dulu aku dilahirkan
Hari dimana orang tertawa sekaligus haru
Menjelang perkenalanku dengan dunia ini
 
Hari ini aku mengenang kembali
Kerikil-kerikil tajam yang memperkaya arti hidupku
Manisnya madu cerita hidup yang membuat senyumku lepas...
 
Akhirnya aku tahu
Bahwa dalam cerita hidup, ada manis ada pahit
Ada juga penolakan, ada penerimaan
 
Lalu akhirnya aku belajar,
Menerima dengan seluas hatiku
Membuatku lebih bahagia, lebih menghargai hidup
Melihat hidup sesuai dengan usiaku...

BUAH AKAL

BUAH AKAL
Buah akal yg dengan keberadaannya manusia dapat mengenal Allah Swt. Bgitu pula asma-asma-NYA, kesempurnaan sifat-sifatnya.dan keangungan ciri-ciri-Nya.Berkat adanya akal,orang-orang mukmin beriman kepada kitab-kitab-Nya,rasul-rasul-Nya,hari pertemuan-Nya,dan mukjizat rasul-rasul-Nya.Berkat keberadaan akal pula,mereka dapat melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Hanya akallah yang dapat memprediksikan trjadinya berbagai kesudahan sehingga yang bersangkutan dapat bersikap mawas diri dan dapat melakukan berbagai hal yang harus dikerjakan demi memperjuangkan kemaslahatan dirinya.Berkat adanya akal pula.dia dapat melakukan perlawanan terhadap kemauan hawa nafsu dan mengusir pasukannya dengan berbekal kesabaran sehingga dapat meraih kemenangan dan terhindar dari senjata nya yang membinasakan.akallah yang dapat mendorong seseorang untuk melakukan keutamaan,mencegah dirinya melakukan kehinaan,menyibakkan makna dan menguak kemisteriannya,mengokohkan pondasi niat hingga dapat berdiri tekad hingga yang bersangkuyan dapat mendapat taufik dari ALLAH dan sesudahnya yang bersangkutan dapat mendatangkan hal-hal yang baik dan membuang hal-hal yang buruk.

Apabila akal mulai dapat berperan dengan segala kekuasaan yang dimilikinya,tentu yang bersangkutan dapat menawan pasukan hawa nafsu dan menjebloskannya di dalam penjara orang yang percaya dengan janji Allah yang mengatakan bahwa barang siapa yang meninggalkan sesuatu karna Allah,niscaya Allah akan memberi ganti kepadanya hal yang lebih baik daripadanya.

berbahagialah wahai manusia diciptakan sbg makhluk sempurna oleh Allah ta'ala .
So. gunakan akal dgn sebaik-baiknya ! ^_^
SMANGAT JUANG
SMANGAT SUKSES !!!

Rabu, 22 Desember 2010

SANG PARTNER SEJATI EMAS

Alhamdulillah, puja-puji syukur snantiasa daku panjatkan kpd Sang Pemilik Jiwa dan Raga. Malam ini lain dari malam biasanya. Malam ini adalah suatu moment untuk mengawali kesuksesan- kesuksesan berikutnya, kini akupun menyandang suatu gelar/ penganugrahan “PARTNER SEJATI EMAS”,, aku pasti bisa melangkah dengan tegar menggapai segala impian ~ mencapai puncak kesuksesan.

Sore itu restoran mataram indah telah menanti diriku. Leader yg aku banggakan ibu DM.Uki serta CA.Ir.Paiman Mp mengundangku secara khusus. Undangan itu benar2 spesial bagiku. Yupz, bisa disebut Wujud Tasyakuran dan home sharing dgn mitra K-LINK Lainnya.

BERANI~YAKIN~ULET~PANTANG MENNYERAH~OPTIMIS~BERFIKIR DAN BERJIWA BESAR~IMPIAN`CITA-CITA DAN KEMENANGAN AKAN SEGERA DALAM GENGGAMAN

GO FREEDOM - UNITY IS POWER
* SAYA DAPAT MENGERJAKAN DENGAN LEBIH BAIK. YANG TERBAIK BUKANNYA TIDAK DAPAT DICAPAI. ADA RUANG UNTUK MENGERJAKAN SEGALANYA LEBIH BAIK. *

^ORANG BIJAKSANA AKAN MENJADI MAJIKAN BAGI PIKIRANNYA. ORANG BODOH AKAN MENJADI BUDAKNYA^

By: CA. Cahyaningrum

Senin, 20 Desember 2010

Potret Pengrajin Batik

Potret Pengrajin Batik
Permadani hijau membentang di persawahan Desa Wonokromo. Kokok ayam bersahut-sahutan mengiringi hangatnya mentari dan tak kalah serunya ayam-ayam itu pun turut serta menyemarakan indahnya suasana di pagi hari. Telah terlahir banyak pengrajin batik tradisional yang bertahun-tahun hidup di Desa Wonokromo. Meskipun harga batik yang dijual kepada tengkulak tidak mahal, para perajin yang kebanyakan ibu-ibu tua itu tetap tekun menggoreskan cantingnya ke selembar kain. Ibu-ibu tua itulah yang menyulap kain putih menjadi bermotif-motif. Dari selembar kain putih itulah tercipta suatu karya yang bercorak dengan warna begitu indahnya.
Tatkala mentari telah meninggi, aku bersama Sela sahabat karibku, sedang duduk santai di gubuk kecil pinggiran sawah. Dalam keheningan kami menikmati kesejukan hamparan sawah, pikiran bawah sadarku menerawang jauh. Subhanallah, tuhan memang begitu sempurna, menciptakan makhluk di muka bumi ini dengan beraneka ragam. Semua menunjukkan kebesaran-Nya. Ya Allah, Engkau ciptakan bumi dan alam semesta ini dengan penuh cinta. Semuanya bisa kita lihat salah satunya melalui keindahan kain batik.
“Batik itu memang penuh makna dan mengandung filosofi di setiap tarikan canting dan gerakan lentik nan indah jari-jemari ibu-ibu sepuh pengrajin batik.” Ceritaku pada Sela.“Iya sobat, itulah kehebatan batik.” Sahut Sela. Aku jadi teringat akan suasana di rumah industri batik milik Bu Dirjo. Pengrajin ibu-ibu sepuh itu begitu telaten, sabar dan tekun penuh perasaan mengikuti lukisan batik yang tertoreh di selembar kain mori Cap Cent.
Sambil mengambil canting, para pengrajin batik bersendau gurau. Kadang pula diiringi alunan-alunan tembang jawa nan luhur. Semua itu menambah harmoni alam ini, terasa semakin luhur karya batik mereka. Sehingga menjadi tak heran harga jual batik tulis kian melambung. “Sobat, perjuangan ibu-ibu sepuh itu patut kita teladani.” Imbuh Sela. Aku pun menimpalinya “Memang Sela, usaha kita belum seberapa di bandingkan perjuangan yang dilakukan oleh ibu-ibu sepuh itu. Selagi kita masih muda seharusnya kita lebih giat belajar dan tidak boleh kalah dengan kerja keras beliau. Rintangan dan cobaan pun tak menghalangi kita untuk mencapai impian dan cita-cita.”
Alunan tembang jawa senantiasa terdengar merdu di sela-sela kesibukan para pengrajin batik di rumah Bu Dirjo. Bongkahan malam dipanaskan hingga meleleh diatas wajan mungil berbahan bakar sabut kelapa yang mengering. Malam yang sudah mencair segera diambilnya dengan canting. Lalu tampaklah ibu-ibu sepuh itu meniup canting-canting tersebut dengan hati-hati disertai perasaan cinta nan luhur. “Maaf mbah, kenapa cantingnya harus ditiup ?” Tanyaku pada mbah Marto, salah satu pengrajin yang nampak paling sepuh (tua). “ Iya nduk, supaya lubang canting ini tetap terbuka dan bisa digunakan untuk membatik dengan lancar.” Jawab mbah Marto. “Oh begitu ya mbah” Gumamku sambil berkata dalam hati, ternyata tak semudah yang aku bayangkan, bahwa membatik itu benar-benar rumit, harus urut dan tidak boleh tergesa-gesa bahkan sembarangan dalam mengerjakannya.
Sesampainya di rumah selepas kunjunganku dari rumah Bu Dirjo. Aku pun termenung dan merasakan betul lika-liku kehidupan para pengrajin batik tulis. Dimataku para pengrajin batik adalah orang-orang yang hebat. Mereka memang hidup di tengah-tengah keluarga yang sederhana, namun hati mereka tetap tentram dan damai. Dan yang tak kalah menariknya, mereka selalu banyak bersyukur. Sehingga Tuhan senantiasa melimpahkan rahmatNya dan menambah kenikmatan pada kehidupan mereka.
Para pengrajin batik rata-rata memiliki sifat sabar, telaten, tekun, tahan uji, penyayang, suka berbagi kepada sesama dan masih banyak lagi kebaikan-kebaikan lainnya yang patut kita teladani. “Terimakasih tak terhingga ku haturkan kepada Bu Dirjo, mbah Marto dan para pengrajin batik Indonesia yang telah melahirkan karya terindahnya untuk bangsa. Aku akan berusaha menerapkan sikap keteladanan dari mereka dalam perjuanganku meraih impian dan cita-cita.” Ucapku penuh yakin dan semangat.
Cintailah batik Indonesia ! jayalah Bangsaku !
Aku Cinta Batik Indonesia !
Aku bangga padamu, Wahai Pengrajin Batik Indonesia !

Rabu, 27 Oktober 2010

Catatan Zaman

Negeri cina kepunyaan kami, negeri arab kepunyaan kami, AL-IsLam adalah cara hidup kami , India milik kami dan kesemuanya milik kami, seluruh dunia adalah tanah air kami ,
Mentauhidkan Allah cahaya kami, Kami sediakan roh untuk menyambutnya, Dunia akan hancur tetapi tidak akan terpadam, keagungan kami dari catatan zaman,
Bumi ini rumah peribadatan kami . rumah yang pertama ialah ka’bah kami, itulah rumah pertama yang akan kami jaga, akan kami jaga dengan hayat dan roh,

Dibawah naungan Islam kami di didik, kami bina kedaulatan Negara kami,
Alam Islam yang telah berlalu, menjadi kebanggaan kebesaran kami,
Seruan muslim telah menyebabkan,
Kegemparan di barat karena kemuliaan kami
Katakan kepada langit sesungguhnya,
Ketinggian kami melebihi bintang
Wahai sejarah kau telah menguji dengan ...
Api kesulitan ke atas keazaman kami,
Taufan kebatilan gagal mengaramkan
Karena ketakutan kekuatan kapal kami !
Wahai naungan taman andalus,
Lupakah kau yang kita pernah bersama,
Dan dahan-dahan serta sarang burung,
Memenuhi kebangkitan perlembagaan kami,
Wahai bumi cahaya dari dua tanah haram,
Wahai tempat lahirnya syariah kami,
Taman Islam dan pohonnya yang rindang,
Darah kami telah membasahi tanahmu

Kami memerintah dunia ini berabad-abad,
Nenek moyang kami kekal menaklukinya,
Lembaran-lembaran budaya membanggakan kegemilangan kami,
Zaman tidak melupainya, kami juga tidak melupainya
Dan kami jika mereka tidak meantang kami,
Dengan kekejaman, akan kami pijak- pijak dahinya,
Penuh di hati petunjuk yang kuat,

Kami tidak akan mengelipkan mata, tidak kami biarkan kezaliman,
Di suatu masa kami, kami bina kerajaan di muka bumi,
Dibantu oleh para pemuda yang kuat semangatnya,

Mereka tidak mengenali Islam sebagai cara hidup,

Mereka dijaga, maka mereka dipelihara dengan pemeliharaan,
Yang mulia, mengharumi dunia sebagai cabang kami,

Apabila mereka melihat peperangan, semangat pun berkobar,
Lalu mereka musnahkan penjara dan kubu pertahanan ( musuh)

Minggu, 24 Oktober 2010

REFLEKSI KEINDAHAN

Subhanallah,bgitu indahnya bunga itu nampak kuning kebiru-biruan. Lalu siapakah yg memberi warna itu ? daunnya pun terlihat hijau dan berstruktur sdemikian indahnya. Aku ingin menjadi bunga yg keindahannya tiada tara,yg memiliki berjuta warna,semerbak harumnya, snantiasa ditemani kupu-kupu cantik nan lucu, para kumbangpun tak kalah utk menyambangiku mereka meminta madu, yach.. apakah aku semanis madu ??

Wahai Bunga, berikan aku sdikit saja warna cantikmu ? berikan pula rasa manisnya madu yg ada pd mu. Berikan keharuman pd aroma mu. Berikan kedamaian hijau pd daunmu. Berikan sejuknya tetesan embun di stiap pagi yg mulai menyapa mu. wahai Bunga, Berkenankah kiranya? Kau berikan apa yg tlah kuminta.. ku mohon jadikanlah aku sepertimu.. jk kau benar-benar memberikan apa yg aku mau, aku tak kan iri lagi pd mu ,untuk itu kabulkanlah permohonanku,, wahai Bunga

Subhanallah, namun apa yg aku harapkan ternyata tak kunjung datang. Hanya diam yg dilakukan oleh Sang Bunga. Kenapa? Kenapa kau hanya diam begitu saja, padahal aku hanya ingin meminta sedikit darimu, apa itu tak boleh? Wahai Bunga,dengarkan aku.. kabulkanlah apa yg tlah kuminta darimu.. janganlah diam seperti itu ,kau kan tahu aku ingin Cantik sepertimu.

Wahai bunga, knapa kau tetap diam? Meski kau tak mau menjawab pertanyaan-pertanyaanku , kamu harus mengabulkan permohonanku. (dengan sdikit membentak aku terus menyudutkan sang bunga agar dia segera memenuhi apa yang aku minta ) lalu tiba-tiba aku mendengar isakkan tangis tersedu-sedu. Siapakah gerangan? Akupun penasaran ,ku toleh kanan & kiri ternyata tak ada siapa-siapa. Lantas, siapakah yg menangis? Aku mencari sumber tangisan itu, aku berlari ke segala arah agar segera menemukannya. Namun aku bingung, tak tahu harus kemana lagi? Padahal tangisan itu masih terdengar oleh-ku,akupun semakin bersemangat untuk segera menjumpainya.
Diantara keletihanku tiba-tiba aku terjatuh lalu tersungkur dalam diam,ku coba merenung dan menerka siapakah yg menangis itu? dlm detik-detik perenungan aku teringat akan sesuatu hal, yach .. sesuatu yg pd akhirnya membuatku malu,malu pd semuanya.., ini memang salahku, kesalahan yg tak pernah kusadari hingga hal itu membuat deraian air mata sang bunga menetes tanpa sepengetahuanku bahwa itu hal terjadi karena sikap kegoisan dan ketamakanku,

Astaghfirullahal’adzim .. ampuni hamba Ya Rabb, akhirnya ku temukan darimana isakan tangisan itu berasal,dia adalah sang Bunga yg telah menetaskan air matanya dan isakanya pun terdengar olehku,namun aku tak menyangka bahwa akulah penyebab Sang Bunga menjadi sedih bahkan menangis , maka tak lama kemudian akupun melontarkan pertanyaan :” wahai bunga, sebelumnya aku minta maaf , bolehkah ku tahu kenapa engkau menangis ? dan kini kau tampak layu, warnamu telah memudar, semerbak wangimu pun tak tercium lagi, sejuk hijaumu pun menghilang, kemanakah semua itu ? wahai bunga ?

Lalu diantara isak tangisnya yang masih tersisa, sang bunga pun menjawab, kini dia mulai bicara yach dia memang benar-benar berbicara, dan akhirnya aku telah mendengar tutur katanya,, untaian kata yg penuh makna , menyadarkan atas khilafku yg tlah ku perbuat, yach Sang Bunga berkata kepadaku : wahai gadis, betapa Allah telah memberimu segala keindahan hingga sebenarnya kau tak perlu iri kepada ku ,keindahan itu terletak apa akhlak / budi pekertimu, indahnya tutur katamu yang terucap, keindahan perhiasan yg kau miliki seperti indahnya sejuntai rambutmu namun itu harus kau selimuti dengan kerudung keimanan. Sebab sebaik-baik perhiasan adalah Wanita Sholehah.

Subhanallah,seusai Sang BUNGA menuturkan kata-kata indahnya.aku pun tersadar akan atas khilaf ,keegoisan, kesombongan, ketamakan dan hal2 buruk yang lain harus aku hilangkan agar aku bisa meneladani sang Bunga. Dan menjadi indah dgn sgala karunia yg diberikan Allah Swt serta snantiasa mensyukurinya.

Kamis, 21 Oktober 2010

Maaf " Sang obat mujarab terindah penyempurna Ukhuwah"

Istriku, Maafkan Suamimu
Bagikan
Minggu pukul 14:19
Permintaan maaf adalah kata yang selayaknya sering diucapkan untuk melanggengkan hubungan suami isteri, sehingga bahtera rumah tangga berhasil mencapai tujuan.

"Duhai sayang, maafkan saya"... "Aku tiada bermaksud demikian"... "Aku telah salah dalam memberikan hakmu" ... adalah ungkapan-ungkapan yang sering kita gunakan tetapi memiliki satu makna, yaitu meminta maaf yang merupakan terminal yang pasti akan kita lalui dalam melanggengkan kehidupan suami istri dari keruntuhan dan kehancuran.

Sesungguhnya suami isteri secara bersama, masing-masing memiliki saham dalam keberhasilan dan kebahagiaan keluarganya, lalu kenapa salah seorang di antara mereka berdua memunculkan kalimat "kebencian" pada saat muncul masalah!!! Andai salah seorang dari mereka berdua berbuat salah, lalu ia meminta maaf kepada pasangannya, apakah hal ini akan menghinakan dirinya?

Jika seperti itu sikap suami isteri, tentulah kehidupan mereka akan mengalami satu dari dua hal:
mungkin akan langgeng rumah tangganya tetapi kurang harmonis dan banyak perselisihan,
dan mungkin juga akan berujung kepada hancurnya kehidupan suami isteri, cerai.
Kehidupan suami isteri itu ibarat sebuah kapal yang sedang berlayar, padanya ada nahkoda dan awak kapal. Semua yang ada di dalam kapal itu bahu-membahu berusaha menyelamat kan kapal yang mereka tumpangi pada saat saat kapal ditimpa badai agar semuanya selamat dan sampai ke "pulau idaman".

Demikian juga halnya suami, Allah menjadikannya sebagai pemimpin bahtera rumah tangga, pelindung, dan pengayom bagi keluarga, bertanggung jawab atas kehidupan mereka. Kepemimpinan yang diembannya itu adalah tugas,bukan intimidasi atas kesewenang-wenangan.

Maka suami yang baik adalah orang yang memahami kebutuhan dan perasaan isterinya, dan menjadikan tampuk kepemimpinannya penuh dengan kasih sayang, kesejukan dan kedewasaan, tidak mudah emosi, namun tetap tegas pada saat harus bersikap tegas !!!

Akan tetapi, sebagian suami yang meremehkan tugas ini memahami, bahwa meminta maaf kepada istri akan menghinakan dirinya sebagai laki-laki, bahkan ia berpendirian bahwa kemuliaannya tidak membolehkan dirinya untuk mengucapkan kalimat "Istriku, maafkan aku, aku salah" kepada isteri-nya, bagaimanapun keadaannya. !!!

Maka, keegoannya terus ia pertahankan dan istri selalu diposisikan "bersalah", ia tidak pernah meminta maaf kepadanya, yang kemudian menyeretnya kepada kehancuran rumah tangga dan kalimat "cerai" pun tak terhindarkan, padahal sangat mungkin rumah tangga itu bisa dilanggengkan dengan ucapan "maafkan suamimu, sayang".

KETIKA "RASA GENGSI" IKUT CAMPUR

Seorang istri pernah menceritakan tentang pengalamannya:

Dahulu, kehidupanku bersama suamiku demikian bahagia. Akan tetapi itu semua berubah ketika terjadi beberapa percekcokan tentang urusan rumah. Waktu itu aku tinggal bersama di rumah mertuaku, maka aku memutuskan untuk pindah dan keluar dari rumah mertuaku, walaupun sendirian. Suamiku menolak rencanaku dan menjelaskan, bahwa ia suatu hari nanti akan bisa memiliki rumah sendiri.

Dan terkadang suamiku memberi alasan tidak bisa meninggalkan ibunya, dan lain-lain, sampai suatu hari, terjadilah perselisihan antara aku dengan suamiku. Aku memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah mertuaku dan kembali ke rumah orang tuaku, dan aku katakan, jangan menjenguk atau menjemputku sebelum engkau memiliki rumah sendiri. Maka, aku dan suamiku pun sama-sama bersikukuh dengan pendirian masing-masing.

Dan sungguh aku pun akhirnya menyesali perbuatanku. Akan tetapi aku ingin mengetahui sejauh mana kedudukanku di sisi suamiku. Ternyata, suamiku bersikukuh tidak mau memaafkanku dan tidak berusaha meredakan suasana.

Ia mengatakan, "Bertobatlah kepada Allah, dan kembalilah ke rumah ini, jika kamu tidak mau tobat, maka cukup bagiku untuk menceraikanmu."

Demikianlah kepribadian kebanyakan suami, dan sangat sedikit yang bersikap dewasa. Bahkan di antara mereka ada yang sampai tidak mau mengasihi dan menyayangi isterinya, walaupun hanya dengan satu kata yang dicintai isterinya apalagi sampai mau memaafkan isterinya tersebut.

Seorang istri lagi menuturkan:

Para suami kita, sangat disayangkan sekali, mereka sangat mudah mengungkapkan kata-katanya kepada kita, kecuali "ungkapan maaf", bagaimana pun keadaannya. Suamiku sangat temperamental, tabiatnya keras dalam mempergauliku. Ia selalu mengucapkan ungkapan-ungkapan kasar kepadaku, bahkan ia pun pernah memukulku. Dan aku tetap bersabar sekalipun aku dalam posisi yang benar. Tetapi suamiku tidak mau mengubah pendiriannya sampai akhirnya aku yang meminta maaf kepadanya, baik yang salah adalah aku ataupun sebaliknya.

Dengan berlalunya waktu sekian tahun, sikap suamiku kepadaku bertambah jelek, hingga memupus kesabaranku. Setelah terjadi perselisihan antara aku dan suamiku, aku memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuaku. Aku menunggu, semoga suamiku mau datang dan meminta maaf atas perilakunya selama ini atau barangkali ia mau menelponku. Akan tetapi ia tidak melakukan itu semua, sampai aku mendengar tentang dirinya, ia merasa selama ini bersalah, kini menyesal atas perbuatannya yang telah menzhalimi aku. Akan tetapi, ia tidak mau meminta maaf kepadaku, karena keegoisan dan kegengsiannya serta merasa menjadi hina dengan hal itu. Hingga terjadilah cerai atas permintaanku.

Adapun kisah Abu Khalid, ia mengatakan, "Habis sudah kehidupan ku bersama isteriku, padahal aku mencintainya, akan tetapi dengan sebab ketidakharmonisan, dan aku enggan meminta maaf kepadanya, hingga akhirnya aku menerlantarkan anak-anakku hidup tanpa ibu."

Masalahnya adalah, bahwa isteriku adalah karyawati. Maka, aku katakan padanya berkali-kali untuk meninggal kan pekerjaannya dan berkonsentrasi mengurus anak-anak. Akan tetapi isteriku menolak membicarakan masalah itu. Dan ketika aku larang dia berangkat ke kantor, terjadilah perselisihan antara aku dengan dia. Dan aku terpeleset salah dalam berkata, aku mengatainya agak lama, maka ia pun pergi pulang ke rumah orang tuanya.

Maka, ia pun mengingatkan agar aku meminta maaf dan mengetahui kesalahanku ketika mengatai dirinya. Akan tetapi aku menjadi sombong dan aku pun menceraikannya hanya untuk mempertahankan harga diriku sebagai laki-laki. Kini aku benar-benar menyesal dengan penuh penyesalan.

TERAPI JIWA ADALAH SOLUSINYA

Dr. Najwa Ibrahim, seorang Guru besar Psikologi menjelaskan, bahwa pendidikan dan latar belakang hidup seseorang bisa berdampak sangat penting dalam cepatnya dia meminta maaf atau tidak. Beliau berkata, di antara sebab-sebabnya adalah sebagai berikut:

Metode pendidikan yang telah memberi pengaruh kepadanya sehingga dia begitu sulit meminta maaf atau mengungkapkan kata "maaf" .
Diantara metode ini adalah metode yang ditanamkan kepada kita ketika kecil dalam meminta maaf, baik suka atau tidak. Meminta maaf dikaitkan dengan emosi dan dari pihak yang kalah.
Pandangan atau keyakinan yang tidak rasional yang tertanam didalam fikiran kita dan begitu besar dampaknya adalah "bahwa laki-laki tidak boleh meminta maaf kepada perempuan";
Anggapan, orang yang meminta maaf itu lemah kepribadiannya.
Maka, sudah semestinya seorang suami atau isteri merasa, bahwa ketika perilakunya menimbulkan kemarahan atau melukai perasaan pasangannya, ungkapan "maaf" lah yang bisa menghilangkan "ketersinggungan hati dan mencairkan ketegangan".

Meminta maaf pada saat yang tepat juga bisa menghilangkan banyak hal yang bisa merusak hubungan suami isteri, andai tidak segera dieliminir.

MEMINTA MAAF ADALAH SIFAT JANTAN

Dr. Muhammad Musthafa, Guru Besar psikologi dan sosiologi Univ. Malik Su'ud, mengatakan bahwa meminta maaf adalah merupakan wujud sifat jantan dari seorang suami atau siapapun yang berbuat salah. Meminta maaf bukan sifat yang dimiliki oleh orang yang lemah, sebagaimana persangkaan sebagian orang, di mana mereka mengatakan:

Semua orang pernah berbuat salah, namun sedikit orang yang jantan meminta maaf dari kesalahannya kepada orang lain. Apalagi jika yang dimintai maaf itu adalah isterinya. Sebab, setiap suami berbeda-beda cara dan tabiatnya. Sebagian meminta maaf dengan cara tidak langsung akan tetapi mencapai tujuan dan sebagian menghindar dari masalah yang ia alami karena demi masa depan dan kejiwaan anak-anaknya yang akan hancur bila mereka berpisah. Ada sebahagian suami yang berlebih-lebihan, ia menolak meminta maaf karena gengsi dan egois, padahal para pakar psikososial menyatakan bahwa meminta maaf bukanlah hal yang jelek.

Maka, meminta maaf adalah sesuatu yang mesti dilakukan, dan bagi orang yang bersalah lebih ditekankan lagi. Apabila seseorang berbuat salah, maka tidak ada yang layak baginya selain meminta maaf.

Orang yang bersikukuh menolak meminta maaf kepada pasangannya dengan alasan akan mengurangi kehormatannya, maka orang yang demikian terkena penyakit jiwa. Sebab, diantara sifat kemuliaan adalah meminta maaf ketika berbuat salah kepada orang lain.

ADA APA DENGAN SIFAT LAKI-LAKI

Sifat kejantanan mengarahkan seseorang untuk meminta maaf jika berbuat salah kepada isterinya atau kepada orang lain. Sebab jantan berarti jujur dan luhurnya budi pekerti. Di saat seorang suami meminta maaf, maka ia tidak jatuh di mata isterinya atau akan jatuh harga dirinya sebagaimana gambaran sebagian suami. Bahkan itu akan mengangkat kedudukannya di mata isterinya; sebab itu akan menjadi pelajaran dalam amanah dan keluhuran budi dan kehormatan itu sendiri.

Maka, meminta maaf bukan merupakan kelemahan, bahkan kelemahan itu sendiri adalah seseorang menyembunyikan kesalahannya dan berlindung dibalik kesombongan dan bersikukuh dengannya.

Dan banyak problem suami isteri diawali dengan adanya kesombongan sang suami dan enggan untuk meminta maaf kepada isterinya ketika ia mema-rahi sang isteri. Maka, sudah semestinya para suami ingat, bahwa dengan ia meminta maaf atas kesalahan kepada isterinya, akan bisa mengembalikan "air" ke dalam alirannya, mengembalikan perasaan romatis, merekahnya kecintaan di antara kalian berdua, walaupun sifat kelaki-lakianmu merasa enggan untuk itu.

Mintalah maaf kepada istrimu atas kesalahan dan kelalaianmu, wahai para suami! Walau tidak kau sampaikan secara langsung. Sebab dengan itu rumah tangga akan menjadi damai, sejahtera dan harmonis.

Semoga!

Sumber: Majalah ad Dakwah

kpd keluarga muda dan bagi yg telah mengarungi bahtera rumah tangga moga tetap istiqomah sakinah mawaddah wa rahmah

Jumat, 01 Oktober 2010

untukmu Sahabat

Ada lembah sedalam kenangan,
Menggenang hati ke tepian
Ada samudra seluas kiasan,membentang nadi
Ketitian
Lembah itulah kasih sayang,
Samudra itulah pengorbanan
Terimalah persembahan dari setitik embun
Untukmu …
Mata air yang merankai kehidupan,
Semoga Allah meridhoi,keluarga seindah taman,
Firdausi

Amin..
Dengan Nama Allah, Subhanallah …

Merah itu tiada, biru itu sirna..
Dan kuning, berguguran
Mata itu ingin bicara , bibir itu ingin menyua
Dengarkanlah diamku
Jantungku debaran yg sama, kalbuku risalah serupa
Mekar kecintaan pada Tuhan,
Saat kucoba melarikan diri , ada satu titik tak berdimensi
Dengan induksi tak hingga , mereduksi resistensi keakuanku
Sujudku pertobatan , penyerahan total
Tak bergaransi …
Luruh segenap kepekatan , tak bernoktah ,
Oleh bingkai ukhwah, dalam pigura
Ruh keabadian yg hakiki
Ada sejuta kata yg tidak cukup untuk mewakili satu rasa,
Yang walau tak ada yg mempercayainya, teguh ku
Yakinkan
Ada dua kata yg bukan sekedar kata
Maaf dan terima kasih
Untuk semuanya

Minggu, 26 September 2010

Puisi Surat Cinta "Teruntuk Pahlawan Jiwaku Penjaga kalbuku di sepanjang waktu"

Assalamu’alaikum … Bidadara Surgaku

Salam kembali dari bidadari surgawi yang turun ke bumi,
Terjuntai untuk sang pemberi salam : Pahlawan Jiwaku
Belum ada wajah yang kulihat, yang terdengar hanya suaramu yang lembut
Belum ada pertemuan, yang terdengar hanya suara-suara merdumu
Yang terucap hanya kata-kata manismu, yang tertulis melalui surat-suratmu
Aku berdiri di sini untukmu, membantu mewujudkan idealismemu
Impian-impianmu, harapan-harapanmu, juga cita dan cintamu
Tak ada yang kulakukan selain berdoa untukmu, Bidadara Surgaku
Tiada suara berkata, ada kata tanpa sua
Yang ada hanya goresan pena, yang mampu mewakili kata jiwa
Meski peertemuan belum pernah ada, meski hanya suaramu yang kudengar
Meski hany goresan penamu yang terbaca
Bahwa aku menerimamu sebagaimana engkau adanya
Dan, aku menyayangimu apa adanya
Semoga suatu saat kita dipertemukan
Sekian dulu surat dariku. Semoga suratku ini mampu memberi kebahagiaan hari esokmu

Wassalamu’alaikum ...
Bidadara Surgaku


Your Beautiful goddess

Sabtu, 25 September 2010

Kisah indah Nabi Muhammad saw dan Siti Khadijah ra

Kisah indah Nabi Muhammad saw dan Siti Khadijah ra. selalu berkesan untuk dibaca. Dan entah mengapa aku tak pernah bosan membacanya.
tahu dengan lagu ini..?

"Siti Khadijah mujahidah solehah.. Agung jasamu dipersada sejarah.. Pemergianmu ditangisi nabi.. Hingga kini tiada pengganti...
Sunyi jalan menuju Allah.. Menggamit hati mencari teman.. Indah jalan menuju Allah.. Jika teman seperti Khadijah.. Masih ada lagi..."

Cinta sejati dan kesetiaan mencintai diukur setelah perkawinan, bahkan lebih terbukti setelah kepergian yang dicintai. Kendati Nabi Muhammad saw. Sangat mencintai Aisyah ra., namun cinta beliau kepada Siti Khadijah ra. pada hakekatnya melebihi cintanya beliau kepada Aisyah ra., bahkan cinta itu melebihi semua cinta yang dikenal umat manusia terhadap lawan jenisnya. Sementara hikayat tentang cinta, seperti Romeo dan Juliet, Lailah dan Majnun, tidak teruji melalui kehidupan bersama mereka sebagai suami istri. Karena itu, sekali lagi dikatakan bahwa cinta Rasulullah saw. Kepada Khadijah ra. Adalah puncak cinta yang diperankan oleh seorang laki-laki kepada perempuan dan sebaliknya.
Sangat besar rasa cinta Rasulullah kepada Khadijah, sampai-sampai Aisyah mengatakan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, “Tidak pernah aku merasa cemburu kepada seorang pun dari istri-istri Rasulullah seperti kecemburuanku terhadap Khadijah. Padahal aku tidak pernah melihatnya. Tetapi Rasulullah seringkali menyebut-nyebutnya. Jika ia memotong seekor kambing, ia potong-potong dagingnya, dan mengirimkannya kepada sahabat-sahabat Khadijah.
Maka aku pun berkata kepadanya, “Sepertinya tidak ada wanita lain di dunia ini selain Khadijah…!”
Maka berkatalah Rasulullah, “Ya, begitulah ia, dan darinyalah aku mendapatkan anak.”
Dalam suatu riwayat dikisahkan, suatu saat Aisyah merasa cemburu, lalu berkata, “Bukankah ia (Khadijah) hanya seorang wanita tua dan Allah telah memberi gantinya untukmu yang lebih baik darinya? (maksud Aisyah yang menggatikan Khadijah adalah dirinya). Maka Belaiu pun marah sampai berguncang rambut depannya. Lalu Beliau bersabda, “Demi Allah! Ia tidak memberikan ganti untukku yang lebih baik darinya. Khadijah telah beriman kepadaku ketika orang-orang masih kufur, ia membenarkanku ketika orang-orang mendustakanku, ia memberikan hartanya kepadaku ketika manusia lain tidak mau memberiku, dan Allah memberikan kepadu anak darinya dan tidak memberiku anak dari yang lain.”
Maka aku berkata dalam hati,” Demi Allah, aku tidak akan lagi menyebut Khadijah dengan sesuatu yang buruk selama-lamanya.”
Ketika Aisyah ingin menampakkan kelebihannya atas Khadijah, ia berkata kepada Fatimah ra., putri Nabi dari Khadijah ra.: “Aku gadis ketika dinikahi
ayahmu sedang ibumu adalah janda ketika dinikahi ayahmu.” Rasul saw. Yang mendengar ucapan ini dari putrinya yang mengeluh bersabda: “Sampaikanlah kepadanya ‘Ibuku (maksudnya Khadijah ra) lebih hebat dari engkau, beliau menikahi ayahku yang jejaka, sedang engkau menikahinya saat beliau duda.”
Disamping itu Rasulullah tidak memadu Khadijah dengan wanita lain, sedang semua istri selainnya dimadu.
Teman-teman Khadiijah pun masih diingat oleh Rasul dan berpesan kepada putri-putri beliau agar terus menjalin hubungan kasih dengan mengirimkan hadiah-walau sederhana- kepada mereka.
Ketika Fath Makkah, yakni hari keberhasilan rasul saw memasuki kota Mekkah bersama kaum Muslim, beliau berkunjung ke lokasi rumah Khadijah ra., karena rumah itu sendiri telah tiada. Beliau juga-pada hari itu- menyendiri, di tengah kesibukan bersama pasukan kaum Muslim, dengan seorang wanita tua sambil bercakap-cakap dengan wajah berseri-seri. Aisyah ra yang melihat hal tersebut bertanya:”Siapa orang itu dan apa yang dibicarakannya?” Ternyata wanita tua itu sobat karib Khadijah ra dan pembicaraan Nabi saw dengannya berkisar pada kenangan manis masa lalu.
Gerak langkah suara dan ketukan pintu yang biasa dilakukan Khadijah ra pun terus segar dalam benak dan pikiran beliau. Suatu ketika beliau mendengar ketukan dan suara serupa. Beliau berkomentar:”Ini cara ketukan Khadijah. Saya duga yang dating adalah Hala ( saudara perempuan Khadijah ra.) dan ternyata dugaan beliau benar.
Demikianlah keagungan cinta Rasulullah swa. kepada Khadijah ra. Yang akan tetap terukir indah sepajang zaman.

" Berselimut Surban Cinta "

Ya Rabb, bila aku seperti burung puntun itu, tentu aku bebas terbang kian kemari sesuka hati. Bahkan, dengan kelembutan hati mampu menjinakkan ”kerbau-kerbau” hitam yang jalang sekalipun. Tapi, kini ”sayap-sayap”-ku ”patah” dalam luka lara dibadai Cinta Fatamorgana


Aku tak tahu, apakah aku selalu meninggalkan jejak-jejak kerikil yang tajam pada kehidupan dan kemanusiaan. Dan, apakah aku mampu menjadi mawar yang berduri di kampung negeri, yang indah warnanya, harum semerbak baunya keluar kampung. Ya, primadoa desa.

Kecantikan seorang gadis adalah citra dan cita alam dianugrahkan oleh ilahi, sedangkan kecantikan seorang nenek adalah lukisannya di atas kanvas kehidupan.

Aku pun bertanya, bukankah aku harus meninggalkan jejak-jejak telapak kaki yang melahirkan rumput yang bergoyang. Tapi, apa daya aku seorang wanita yang sulit menangkap makna dalam realitas antara realita antara cinta dan nestapa

Memang manusia tak meyesali seja yang pergi menjemput malam, karena setelah senja memang malam harus hadir walaupun tanpa rembulan
Aku pun tak meratapi malam yag pekat, karena lamanya malam akan berakhir dengan hadirnya sang fajar yang diiringi kokok ayam dan meluncurnya mentari di kala pagi bersemi.



Aku melewati jurang berkerikil tajam, walau hanya telapak kakiku yang luka lara. Namun, suatu saat nanti, tingginya ngarai cinta, apakah tidak akan menjatuhkan pada jurang yang dalam? Wallahu a’lam.
Lalu, mampukah aku menjadi bunga berduri di kampung negeri, atau malah aku dipermainkan oleh derasnya ombak dari danau kerinci hingga terhempas di ujung pasir? Atau, malah aku menjadi gelombang yang ”melawan”dengan membawa”energi ekstra” untuk menghalang badai dan gelombang dari Danau Kerinci yang luas itu?


Kepak ”sayap”-ku tak boleh patah, karena aku ingin seperti burung puntun di tepi Danau Kerinci itu; warnanya putih bersih, ia bebas kian kemari sesuka hati tanpa ada yang menghalangi, ia mampu berdiri kukuh di atas punggung kerbau hitam yang jalang, termasuk untuk memberikan secercah kesadaran yang abadi. Duh, .... ilahi, kuatkan iman ini dan kokohkan kakiku untuk mampu berdiri diatas ”khitah” kesejatian diri.


Batinku tidak membatu, tapi ia seperti”batu”yang kukuh dan tegar dihantam badai dan gelombang dari Danau Kerinci dalam jiwa sunyi.Ya, kegagalan, kegalauan, keputusaasaan, dan pesimistis tidak akan pernah”mengancam jiwa yang kukuh.


Likuan yang bertabur kamboja pun tidak boleh bermain dalam hati dan pikiranku. Karena, yang lalu adalah kenangan yang menjadi nostalgia dalam tawa bahagia maupun derita yang membahana. Saat ini adalah kenyataan yang harus dihadapi dengan komitmen sejati dalam hati. Dan, hari esok adalah harapan yang tiada pasti.


Masih besar harapanku terhadap cita-cita, tentu juga cinta. Karena bumi tidak bertiang, langit pun tak berjunjung. Harapan pun belum sirna. Aku harus bangkit, meletakkan ”daftar” kesalahanku berada di depan”kaca” untuk kuketahui kekuranganku selama ini, lalu bangkit untuk memperbaiki diri. Dan aku pun harus meletakkan daftar kebaikanku di punggungku, supaya aku lupa berapa banyak kebaikan yang telah kuperbuat. Mungkin disanalah substansi keikhlasan akan kudapatkan.


Apakah hatiku harus seperti masjid kampus yang tanpa penghuni atau seperti kamboja dalam likuan kesedihan dan luka hati ?


Ya Allah, siapakah laki-laki itu yang menyatakan nisan kemanusiaan?
Duh ... iLahi, sungguh sayang aku ntidak menjawab salam dari laki-laki yang berlalu dalam kesunyian hatiku. Aku hanya mendengarkan teriakannya yang menggetarkan batinku.

Ya Allah, suatu saat nanti pertemukanlah aku dengan laki-laki yang memahami ”misteri” dari bilik hatiku ini. Entah dimana musim apabila aku berjumpa dengannya; laki-laki yang berlari dalam sunyi
Aku yakin, kala hati terisi perasaan tiada tara yang disebut Cinta dan mersakan kedalaman, keindahan, dan kebahagiaan. Karenanya, aku menyadari bahwa dunia telah berubah.

Berselimut Surban Cinta

Ya Rabb, bila aku seperti burung puntun itu, tentu aku bebas terbang kian kemari sesuka hati. Bahkan, dengan kelembutan hati mampu menjinakkan ”kerbau-kerbau” hitam yang jalang sekalipun. Tapi, kini ”sayap-sayap”-ku ”patah” dalam luka lara dibadai Cinta Fatamorgana


Aku tak tahu, apakah aku selalu meninggalkan jejak-jejak kerikil yang tajam pada kehidupan dan kemanusiaan. Dan, apakah aku mampu menjadi mawar yang berduri di kampung negeri, yang indah warnanya, harum semerbak baunya keluar kampung. Ya, primadoa desa.

Kecantikan seorang gadis adalah citra dan cita alam dianugrahkan oleh ilahi, sedangkan kecantikan seorang nenek adalah lukisannya di atas kanvas kehidupan.

Aku pun bertanya, bukankah aku harus meninggalkan jejak-jejak telapak kaki yang melahirkan rumput yang bergoyang. Tapi, apa daya aku seorang wanita yang sulit menangkap makna dalam realitas antara realita antara cinta dan nestapa

Memang manusia tak meyesali seja yang pergi menjemput malam, karena setelah senja memang malam harus hadir walaupun tanpa rembulan
Aku pun tak meratapi malam yag pekat, karena lamanya malam akan berakhir dengan hadirnya sang fajar yang diiringi kokok ayam dan meluncurnya mentari di kala pagi bersemi.



Aku melewati jurang berkerikil tajam, walau hanya telapak kakiku yang luka lara. Namun, suatu saat nanti, tingginya ngarai cinta, apakah tidak akan menjatuhkan pada jurang yang dalam? Wallahu a’lam.
Lalu, mampukah aku menjadi bunga berduri di kampung negeri, atau malah aku dipermainkan oleh derasnya ombak dari danau kerinci hingga terhempas di ujung pasir? Atau, malah aku menjadi gelombang yang ”melawan”dengan membawa”energi ekstra” untuk menghalang badai dan gelombang dari Danau Kerinci yang luas itu?


Kepak ”sayap”-ku tak boleh patah, karena aku ingin seperti burung puntun di tepi Danau Kerinci itu; warnanya putih bersih, ia bebas kian kemari sesuka hati tanpa ada yang menghalangi, ia mampu berdiri kukuh di atas punggung kerbau hitam yang jalang, termasuk untuk memberikan secercah kesadaran yang abadi. Duh, .... ilahi, kuatkan iman ini dan kokohkan kakiku untuk mampu berdiri diatas ”khitah” kesejatian diri.


Batinku tidak membatu, tapi ia seperti”batu”yang kukuh dan tegar dihantam badai dan gelombang dari Danau Kerinci dalam jiwa sunyi.Ya, kegagalan, kegalauan, keputusaasaan, dan pesimistis tidak akan pernah”mengancam jiwa yang kukuh.


Likuan yang bertabur kamboja pun tidak boleh bermain dalam hati dan pikiranku. Karena, yang lalu adalah kenangan yang menjadi nostalgia dalam tawa bahagia maupun derita yang membahana. Saat ini adalah kenyataan yang harus dihadapi dengan komitmen sejati dalam hati. Dan, hari esok adalah harapan yang tiada pasti.


Masih besar harapanku terhadap cita-cita, tentu juga cinta. Karena bumi tidak bertiang, langit pun tak berjunjung. Harapan pun belum sirna. Aku harus bangkit, meletakkan ”daftar” kesalahanku berada di depan”kaca” untuk kuketahui kekuranganku selama ini, lalu bangkit untuk memperbaiki diri. Dan aku pun harus meletakkan daftar kebaikanku di punggungku, supaya aku lupa berapa banyak kebaikan yang telah kuperbuat. Mungkin disanalah substansi keikhlasan akan kudapatkan.


Apakah hatiku harus seperti masjid kampus yang tanpa penghuni atau seperti kamboja dalam likuan kesedihan dan luka hati ?


Ya Allah, siapakah laki-laki itu yang menyatakan nisan kemanusiaan?
Duh ... iLahi, sungguh sayang aku ntidak menjawab salam dari laki-laki yang berlalu dalam kesunyian hatiku. Aku hanya mendengarkan teriakannya yang menggetarkan batinku.

Ya Allah, suatu saat nanti pertemukanlah aku dengan laki-laki yang memahami ”misteri” dari bilik hatiku ini. Entah dimana musim apabila aku berjumpa dengannya; laki-laki yang berlari dalam sunyi
Aku yakin, kala hati terisi perasaan tiada tara yang disebut Cinta dan mersakan kedalaman, keindahan, dan kebahagiaan. Karenanya, aku menyadari bahwa dunia telah berubah.

Kapan Rindu Berbunga di Sekeping Hati ?

Kapan Rindu Berbunga di Sekeping Hati ?


Rindu berbunga di sekeping hati, akan berbunga apabila
Antara aku dan kamu telah melebur menjadi kita. Disana
Tiada ego( ananiyah) yang harus menjadikan yang lain sebagai ”terdakwa” di sidang kemarahan hati dan kejalangan nurani. Kita adalah satu suara dari aku dan kamu.
Kita senasib sepenanggungan walaupun nasab yang berbeda. Kita satu tujuan pemikiran walaupun logika yang bermain sebelum ”pertemuan” kita itu beraneka dugaan dan persangkaan yang semuanya bermain dalam logika aku dan kamu


Kapan Rindu Berbunga di Sekeping Hati ?

Rindu berbunga di sekeping hati, akan berbunga apabila antara kami dan mereka berkumpul menjadi kita. Disana tiada lagi primodialiseme dan ego kesukuan, ego nasab, ego partai, ego organisasi, ego jenis kelamin, dan semuayang dapat dijadikan ego untuk memperlihatkan hegemoni atas ”kekuasaan” kelompok yang satu dengan klaim kebenaran kelompok yang lainnya.

Bisik Hatiku

Tak terasa …
Kini aku
Menginjak dewasa …
Aku mulai tau
Apa artinya cinta & dilema
Cinta … oh Cinta …
terkadang
Membuat hati bahagia
Bahkan bisa terluka
Teringat selalu
Masa kecilku
Bermain bercanda
Tertawa riang
Hatipun senang
Tapi … taukah sekarang ?
Hatikupun bimbang
Ketika melihat
Pangeran tampan
Diapun datang
Menghampiri-ku
Diapun bertanya
Siapakah nama-mu?
Wahai gadis manis ,
Akupun hanya tersenyum
Tersipu malu …

KIDUNG CINTA SANG PUJANGGA HATI

Dear Diary … On Saturday At 21.50 pm

Ya Allah …Ya Robb …
Rindu ini smakin melaut
Jiwa & hati ini ingin segra berlabuh
Pada Dermaga Cinta Sang Raja
Karana akulah Ratunya

Ya Allah … Ya Robb …
Dekatkanlah jiwaku dengan jiwanya
Satukanlah kami dalam rengkuhan Ridlo – Mu
Dalam “ Ikatan Cinta Suci “
Yang terlahir dari murninya hati
Kaulah Cinta Pertama
Yang mengawali Cinta Berikutnya
Cinta Yang Agung
Yang mengantarkan
Sepasamg Insan
Dimabuk Asmara

Ya Allah …Ya Robb …
Janganlah biarkan kami
Terjerumus ke limbah zina
Oleh perbuatan nista
Hanya karma pandangan kala itu
Mata kami saling menatap
Namun senantiasa tetap terjaga

Hati kami bergetar
Jantung kami berdebar
Serasa dekat
Telah saling mengenal
Mulut kamipun tak sempat berucap
Hendak bertutur akan gejolak jiwa

Raga kamipun
Tak lagi sempat ‘tuk bersua
Usai perjumpaan kala itu
Yang sedemikian indahnya

Smoga kami di Ridloi Sang Pencipta
tuk Hidup Bersama
Kala waktunya tiba
Yang ‘kan datang menjemput kami
Yang telah mengikrarkan Janji Setia
Mengarungi Bahtera Rimba Dunia
Bermodal Akhlak Nan Mulia
Melahirkan Generasi Ihsani
Penerus perjuangan Lillah Billah kami

Hingga kamipun Menutup Mata
Mengakhiri Lelahnya Kemewahan Dunia
Menjemput Keabadian yang Nyata
Menikmati Indahnya Surga
Kamipun tetap bersama
Saling menjaga
Dalam Rengkuhan Kuasa –Nya

Kabulkanlah Do’a kami Ya Robb …
Allahumma AMIIN …