Senin, 10 Januari 2011

SANDIWARA LANGIT

Namanya Risqaan. Dia adalah pemuda shalih yang berjuang keras menyelamatkan diri dari fitnah ( godaan ) membujang, dengan bersegera menikah ditengah segala keterbatasan yang ada. Risqaan belum memiliki modal dan dia juga tidak memiliki pekerjaan.
Risqaan ingin melamar seorang pemuda shalihah bernama Halimah, putri seprang pengusaha kaya raya bernama Pak Rozaq. Meski dari keluarga apa adanya sebagai muslim idealis, Risqaan tak gentar menemui keluarga Halimah untuk maju meminang.
Keunikan dari kisah ini, dimulai ketika Pak Rozaq mau menikah mereka, namun dengan satu syarat. Syarat tersebut yaitu bila dalam 10 tahun Risqaan tidak bisa sukses dan membahagiakan Halimah, maka Risqaan harus menceraikannya.
Akhirnya Risqaan menyanggupi persyaratan yang diajukan oleh Pak Rozaq calon mertuanya. Sebelum ia benar-benar melamar Halimah yang akan dijadikan calon istrinya. Risqaan meminta nasehat kepada gurunya yaitu seorang ustadz yang biasa memberi tausiah di salah satu masjid. Dari penuturan ustadz Risqaan memperoleh nasehat bahwa dia harus menerima tantangan dari calon mertuanya dan dia juga harus berjuang dengan keras untuk memenuhi persyaratan yang diajukan oleh calon mertuanya. Setelah mendapat saran serta motivasi dari ustadznya, Risqaan pun mencari pekerjaan. Ia rela menjadi tukang roti yang hanya memperoleh keuntungan 250 rupiah. Namun pada akhirnya usaha Risqaan berkembang maju dia memiliki usaha sendiri dengan mendirikan pabrik roti.
Pada bulan keempat tahun kesepuluh, produksi roti Risqaan mengalami penurunan hingga 40 persen lebih. Itu berarti hampir setengah dari produksi biasanya. Itu terjadi secara tiba-tiba, yaitu para penjaja keliling mengaku roti-rotinya gagal dibeli oleh sebagian pemilik warung yang biasa mereka isi. Dari hasil penyelidikan beberapa penjaja roti kelilingnya, Risqaan mendapat kabar bahwa langganan-langganan mereka direbut dengan cara yang tidak jelas oleh pemilik merek roti baru. Maka Risqaan memilih membuat inovasi kecil pada produk roti yang akan ia jual ke pasaran. Dari inovasi itu Risqaan mampu membuktikan kepada masyarakat bahwa roti yang telah diproduksinya memiliki mutu dan kualitas yang sangat baik. Akhirnya Risqaan pun mencapai kesuksesan berkat keuletan dan kerja kerasnya berjuang menjadi pengusaha roti. Rumah tangga Risqaan telah berjalan selama sepuluh tahun. Dan Risqaan pun benar-benar memenuhi janjinya yang dulu pernah diajukan oleh Pak Rozaq mertuanya. Risqaan mampu membuktikan bahwa dia tanggungjawab terhadap keputusan yang dia ambil ketika meminang Halimah yaitu dalam 10 tahun Risqaan pada akhirnya bisa sukses dan membahagiakan Halimah.






Tokoh idola dalam Novel Sandiwara Langit :
Tokoh yang saya idolakan bernama Risqaan. Dia adalah orang yang bertanggungjawab atas keputusan yang dia pilih. Risqaan menyanggupi persyaratan yang diajukan oleh calon mertuanya. Hal ini dibuktikan dengan janjinya untuk berusaha bekerja keras demi menghidupi istri serta anaknya. Dan yang paling penting dia juga mampu membuktikan bahwa dalam 10 tahun dia menjadi orang sukses dan bisa membahagiakan keluarganya.
Penerapan Nilai Tanggungjawab dalam kehidupan saya :
Saya mendapat amanat sebagai pengajar TPA ( Taman Pendidikan Al-Qur’an ) , maka saya harus bertanggungjawab terhadap tugas-tugas yang harus saya kerjakan dengan sebaik-baiknya. Misalnya saya tidak akan meninggalkan kelas sebelum jam mengajar TPA selesai. Saya juga akan berusaha untuk meningkatkan kemampuan membaca iqra’ dengan menerapkan metode tsa ba ta kepada santri-santri saya untuk memudahkan dalam proses pembelajaran iqra’.
Demi peningkatan kualitas membaca iqro’ dan Al-Qur’an pada santri-santri TPA, saya akan menciptakan metode baru yang lebih menarik dan mudah dipelajari oleh santri mulai dari umur 2,5 tahun hingga umur 10 tahun. Metode tersebut bernama Al-khomsah yang bertujuan untuk memudahkan dan mempercepat anak dalam membaca Al-Qur’an dengan harokat dan tajwid yang benar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar