Minggu, 12 Juni 2011

Cinta nuansa bumi hijau memberi gairah hidupku, membeningkan mataku

Deruan sungai terasa mengaliri nadiku, akupun terdesir merinding sejuk

Buaian manja udara pagi diantara kehidupan semesta yang menyambut hari

Lukisan indah alam telah merajut jiwa dan hasratku terpadu dikharismanya

Aku mengendus kunci rahasia alam, menggetarkanku lalu aku jadi lunglai

Ah, tinggal bersamaku! suara-suara bisikan merdu alam membujuk jiwaku



Angin bergembira menampar wajahku, dan menghempaskanku dengan damai

Aku terguling-guling dihamparan mutiara hijau rerumputan yang baru lahir

Meraba-raba mutiara hijau, dan kuusapkan butiran embunnya dipipiku yang halus

Mataku membasah, jemariku melemas, kurasakan sentuhan nirwana menembus tulang

Warna-warna bintang malam hari, merambat keemasan menyentuh cintaku

Salam kagumku untuk keindahan kedipanmu tanpa lelah menghias langitku

Ah, terlalu manis! tak akan kusia-siakan kejoramu yang melilit kalbuku



Andaikan engkau mengerti, jadilah kapalku kelak dan aku kapten setiamu kelak

Berlayar dari bumi ketempat bidadari, dan berlabuh didermaga kasih warna pelangi

Mawar-mawar pelangi akan menjemputku dengan harum nafas hangatmu

Akan kusentuh warna cantik cintamu, lalu memenjarakannya didalam jiwaku

Mawar yang tercantik, lembut, dan manis berbisik wangi kedaun telingaku

Raihlah lautan mawar pelangi cintaku dinirwana!

Tambatkan jiwamu dalam pelukku yang tiadak batas!



Nada-nada tulusnya telah menjerat hasratku, akupun pasrah terpedayakan

Berebah sambil merenungnya, halusinasi misteri adanya kehidupan kekal

Bayang-bayang kedamaian melenggang mengitari impianku nan menggoda

Sambaran kilatan cahaya suci menerangi ruang kamar perasaanku yang gelap

Akhirnya kuncup kalimat merekah dari dalam dinding ruas-ruas jantung hatiku



Jiwaku menorehkan pesan, ketika kelak waktuku tiba lepas dari ragaku

Jangan tidurkan tubuhku dilubang gelap galian tanah-tanah merah

Relakan bangkai tubuhku menjadi abu dalam pelukan panas merah api

Biarkan segenggam abu dari tubuhku tersebar dalam asuhan kemilau perak matahari

Jangan tangisi ketika abu-abu itu singgah lembut menyentuh dedaunan dan tanah

Kelak jiwaku disana akan tersenyum manis, menentram didunia yang tak terlihat

-El Vaqir Qois Majnun-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar